Akal-merdeka ibarat api jang mungkin berbentuk- lampu jang gemerlapan memimpin kita dari gelap-gelita kepada terang-benderang, tapi seringkah mungkin pula ia menjala ber-kobar2, menjiarbakar rumah dan gedung, melitjin-tandaskan apa jang ada...!
Alangkah permainja akal-merdeka ! ! !
Alangkah tjelakanja akal-merdeka ! ! !
Agama datang membangunkan akal dan membangkitkan akal itu serta menggemarkan agar manusia memakai akalnja dengan sebaik2-nja sebagai suatu ni'mat Ilahi jang maha indah.
Agama datang mengalirkan akal menurut aliran jang benar, djangan melantur kesana kemari, merompak pagar dan pematang.
Islam datang bukan melepaskan akal sebagai kita melepaskan kuda ditengah padang, untuk meradjalela disemua lapangan.
Dalam beberapa hal Islam bertindak sebagai supplement dari akal, menjambung kekuatan akal dimana si akal tak dapat mentjapai lebih tinggi lagi.
Seseorang jang mendakwakan bahwa akal-akal itu bisa mentjapai semua kebenaran, pada hakikatnja, bukanlah sebenar2-nja orang jang telah mempergunakan akalnja dan bukanlah seseorang jang akalrja merdeka dari hawa-nafsu tjongkak dan takebur, tetapi jang terikat oleh salah-satu matjam taklidisme modern jang bernama..., RASIONALISME!!
M. Natsir - Capita Selecta Jilid I (Sikap Islam dalam Kemerdekaan Berpikir. hal. 209-210)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar