Sehangat matahari dan secerah pagi

Sehangat matahari dan secerah pagi

Jumat, 20 Mei 2011

Memaknai Sepengal Kalimat

"Amal tanpa ilmu, maka bahayanya jauh lebih banyak daripada manfaatnya, sebagaimana amal tanpa niat jadinya anaa (kelelahan) dan niat tanpa keikhlasan jadinya habaa (debu, kesia-siaan) dan ikhlas tanpa tahqiq (realisasi) jadinya ghutsa (buih).

Betapa mengerikan keterasingan pengamal yang selalu saja dihantui apa kata orang. Sunyi terdampar di gurun riya', tersungkur di jurang ujub, segala ketakutan ada di sana, kecuali takut kepada Allah.."

Tiga hal penting ditinggalkan dalam konteks kalimat di atas. Bagaimana relevansi antara ilmu dalam melakukan amal/tindakan/keputusan yang harus dilandasi ketulusan hanya mengharapkan ridha Allah.

Ilmu yang dimaksud adalah pemahaman yang integral terhadap permasalahan yang inti maupun yang cabang dalam konteks muamalah kepada Allah maupun kepada manusia berdasarkan nash-nash dan hujja yang benar (Qur'an, sunnah, dan ijtihad ulama)

Q.S Al-Baqarah ayat 208 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu."

Niat diidentikkan dengan kata ikhlas dalam makna "Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam" (Q.S Al-An'am:162) yang seutuhnya. Yang mengerti bahwa hanya Allahu Ghoyatuna.

Amal dimaknai dalam sebagai turunan logis dari al-fahm (pemahaman atau ilmu) dan ikhlas. Ibarat sebuah pohon besar dengan pemahaman yang utuh sebagai batang kokoh dan didasari niat yang tulus sebagai akar yang kuatmenancap ke dalam tanah, maka amal adalah buah-buah kebaikan yang memberi manfaat badi sekalian alam.

Ini adalah 3 pilar pertama dalam arkanul bai'ah yang senuanya saling terkait dari sebuah organisasi islam terbesar abad 20 yang dipimpin Asy-Syahid Hasan Al-Banna yang bermimpi islam kembali menjadi ustadziatul 'alam (soko guru peradaban dunia).

Lalu apa mimpimu??? dan bagaimana kamu memaknai sepenggal kalimat tersebut??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar